SLA Helpdesk WhatsApp Kirimdev: Target Respons & Penyelesaian per Prioritas
SLA helpdesk Kirimdev — atur target respons pertama dan penyelesaian chat WhatsApp per prioritas, pantau breach otomatis, dan cegah chat penting tenggelam.
Ringkasan singkat:
- SLA helpdesk menetapkan target waktu respons pertama dan penyelesaian per prioritas chat (rendah, sedang, tinggi, sangat penting)
- Target default: sangat penting 15 menit balas, 2 jam selesai; sedang 1 jam balas, 8 jam selesai
- Countdown SLA tampil sebagai chip di inbox; chat yang terlewat target ditandai breach (merah)
- Gratis di semua paket Kirimdev — hanya owner/admin yang boleh mengubah kebijakan
- Sesuaikan target setelah 1–2 minggu melihat pola operasional Anda
Pelanggan chat lewat WhatsApp dan menunggu balasan. Tanpa patokan waktu yang jelas, chat penting bisa tenggelam di antara ratusan pesan lain. Di Kirimdev, SLA (Service Level Agreement) membantu Anda menjawab pertanyaan: “Chat ini harus dibalas kapan? Dan harus diselesaikan kapan?”
Artikel ini menjelaskan apa itu SLA di Kirimdev, cara kerjanya di inbox, dan langkah mengaturnya — tanpa perlu background teknis.
Apa itu SLA di helpdesk?
SLA (Service Level Agreement) di konteks helpdesk adalah target waktu yang ditetapkan tim CS untuk membalas dan menyelesaikan chat pelanggan. Ini bukan SLA legal seperti uptime server atau kontrak vendor — melainkan patokan operasional internal supaya chat urgent tidak terlewat.
Di Kirimdev, SLA adalah fitur helpdesk di dalam shared inbox. Sistem menghitung batas waktu otomatis berdasarkan prioritas chat, menampilkan countdown di daftar chat, dan menandai chat yang terlewat target sebagai breach — supaya supervisor bisa scan cepat mana yang perlu didorong.
Setiap chat bisa punya dua timer:
| Timer | Artinya |
|---|---|
| Respons pertama | Berapa lama staff harus membalas pesan pelanggan untuk pertama kalinya |
| Penyelesaian | Berapa lama chat harus ditandai selesai (resolved) |
Kedua timer mengikuti prioritas chat — dari rendah sampai sangat penting — dan kebijakan yang Anda atur di inbox.
Kenapa SLA penting untuk tim CS?
WhatsApp terasa informal, tapi pelanggan tetap punya ekspektasi kecepatan. SLA membantu Anda:
- Memprioritaskan — chat urgent tampil dengan countdown, bukan sekadar urutan masuk
- Mencegah chat menggantung — ada batas waktu yang terlihat, bukan “nanti saja”
- Mengukur kinerja CS — filter “breach” menunjukkan chat yang terlewat target
- Menjaga konsistensi — semua agen pakai patokan yang sama, bukan feeling masing-masing
Fitur ini gratis di semua paket Kirimdev — tidak ada biaya tambahan untuk mengaktifkannya.
Kapan pakai SLA, kapan tidak
| Skenario | Rekomendasi |
|---|---|
| Tim CS dengan volume chat harian menengah–tinggi | Aktifkan SLA — patokan waktu wajib supaya chat tidak tenggelam |
| Tim sales yang follow-up manual | Prioritas + pipeline deal lebih relevan dari SLA respons |
| Solo owner yang balas chat sendirian | Aktifkan hanya kalau butuh audit waktu balas — sering kali overkill |
| Kontak internal karyawan | Tidak perlu — pakai chat biasa tanpa SLA |
| Support 24 jam multi-shift | Aktifkan SLA + kombinasikan dengan Automation Rules untuk auto-assign |
| Chat yang menunggu bukti transfer dari pelanggan | Set status on hold — sinyal chat sedang menunggu balasan eksternal |
Prioritas chat
Setiap percakapan punya tingkat prioritas:
| Prioritas | Kapan dipakai |
|---|---|
| Sangat penting | Keluhan serius, pelanggan VIP, atau isu yang butuh respons segera |
| Tinggi | Permintaan penting tapi belum darurat |
| Sedang | Default untuk chat biasa |
| Rendah | Pertanyaan ringan, follow-up non-urgent |
Prioritas bisa diubah dari header chat di inbox. Saat prioritas berubah, sistem menghitung ulang batas waktu SLA dari waktu perubahan itu.
Target default (kalau belum diatur sendiri)
Saat SLA aktif, Kirimdev memakai target standar yang umum dipakai helpdesk WhatsApp:
| Prioritas | Respons pertama | Penyelesaian |
|---|---|---|
| Sangat penting | 15 menit | 2 jam |
| Tinggi | 30 menit | 4 jam |
| Sedang | 1 jam | 8 jam |
| Rendah | Tidak ada SLA | Tidak ada SLA |
Angka di atas bisa disesuaikan sesuai kebutuhan. Kosongkan kolom target untuk prioritas tertentu jika Anda tidak ingin SLA berlaku di level itu.
Cara mengatur SLA
- Masuk ke app.kirimdev.com
- Buka Inbox Settings → Target SLA (
/inbox-settings/sla) - Pastikan toggle Aktifkan SLA tracking menyala
- Isi target respons pertama dan penyelesaian (dalam menit) per prioritas
- Simpan

Hanya owner atau admin organisasi yang bisa mengubah kebijakan SLA.
Tips mengatur target:
- Mulai dari default, lalu sesuaikan setelah 1–2 minggu lihat pola operasional Anda
- Jangan terlalu ketat di awal — target yang tidak realistis membuat semua chat tampak “breach”
- Untuk prioritas rendah, kosongkan target jika Anda tidak ingin memantau level itu
Bagaimana SLA tampil di inbox?
Setelah SLA aktif, Anda akan melihat beberapa hal di menu WhatsApp → Chats (/chats):

Chip countdown
Di daftar chat, muncul label waktu tersisa — misalnya SLA 28m — yang menghitung mundur sampai batas waktu habis. Warna berubah saat waktu hampir habis.
Status breach
Jika batas waktu terlewati tanpa memenuhi target, chat ditandai Breached (merah). Artinya:
- Respons pertama breach — belum ada balasan agen sampai waktu habis
- Penyelesaian breach — chat belum diselesaikan sampai batas penyelesaian habis
Sistem memeriksa otomatis setiap menit. Status breach juga tercatat di timeline aktivitas kontak.
Filter inbox
Anda bisa memfilter chat berdasarkan:
- Prioritas — tampilkan hanya urgent, tinggi, dan sejenisnya
- Status SLA — chat yang sudah breach atau yang masih dalam batas waktu
Di header inbox juga ada ringkasan jumlah chat terbuka, urgent, dan breach — supaya supervisor bisa scan cepat.
Alur kerja SLA (dari sisi agen)
Berikut skenario umum:
Pelanggan kirim chat
→ Timer respons pertama & penyelesaian mulai
→ Agen membalas
→ Timer respons pertama selesai
→ Agen menyelesaikan chat (Resolve)
→ Timer penyelesaian selesai
Hal yang perlu diketahui:
- Chat baru — timer dimulai saat pesan pertama masuk
- Pelanggan balas lagi setelah agen sudah membalas — timer penyelesaian di-reset (pelanggan menunggu follow-up)
- Chat yang sudah resolved dibuka lagi karena pelanggan chat — percakapan kembali terbuka dengan window penyelesaian baru
- Status on hold — untuk menandai chat menunggu balasan pelanggan (misalnya menunggu bukti transfer). Timer penyelesaian tetap berjalan; fitur pause timer direncanakan untuk update mendatang
Contoh praktis
Skenario: Chat prioritas Sangat penting, SLA default aktif.
- Pelanggan chat pukul 10:00
- Agen harus membalas sebelum 10:15 (respons pertama 15 menit)
- Chat harus diselesaikan sebelum 12:00 (penyelesaian 2 jam)
- Jika pukul 10:16 belum ada balasan → chat ditandai breach, muncul di filter breach
Skenario: CS 3 orang, 50 chat terbuka.
- Supervisor filter Sangat penting + urutkan yang countdown paling pendek
- Agen fokus ke chip orange/merah dulu sebelum chat prioritas sedang
SLA vs fitur CRM lain
SLA adalah bagian dari modul helpdesk. Fitur terkait di Kirimdev:
| Fitur | Fungsi |
|---|---|
| Assign chat | Tentukan agen penanggung jawab |
| Owner kontak | Siapa PIC sales/CS untuk pelanggan itu |
| Pipeline & deal | Track penjualan di kanban — terpisah dari SLA support |
| Catatan internal | Catatan internal yang tidak terkirim ke pelanggan |
| Automation Rules | Auto-assign, ubah prioritas, kirim template berdasarkan trigger |
Baca juga: CRM & Inbox Kirimdev untuk gambaran lengkap modul CRM, dan Automation Rules inbox untuk otomatisasi berbasis trigger.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah SLA mengirim notifikasi ke pelanggan?
Tidak. SLA hanya untuk internal — pelanggan tidak melihat countdown atau status breach.
Apakah SLA berlaku untuk chat lama sebelum fitur ini aktif?
Chat yang sudah ada sebelum SLA diaktifkan memakai prioritas default (sedang). Timer baru dihitung saat ada aktivitas yang memicu perhitungan ulang (misalnya pesan masuk baru atau perubahan prioritas).
Bisa matikan SLA sementara?
Ya. Matikan toggle Aktifkan SLA tracking di halaman Target SLA. Timer pada chat terbuka akan dihapus dan tidak ada breach baru yang dicatat.
Apakah SLA tersedia lewat API publik?
Saat ini SLA adalah fitur dashboard — dikelola lewat inbox dan Inbox Settings, belum diekspos di Public API /v1.
Mulai pakai SLA hari ini
- Aktifkan SLA di Inbox Settings → Target SLA
- Latih staff untuk set prioritas saat membuka chat penting
- Cek filter breach sekali sehari sebagai rutinitas supervisor
- Sesuaikan target menit setelah melihat data 1–2 minggu
Dengan patokan waktu yang jelas, tim CS Anda tidak perlu menebak-nebak chat mana yang harus didahulukan — inbox Kirimdev yang memberi tahu.
Baca berikutnya: Automation Rules inbox · CRM & Inbox Kirimdev · Fitur CRM
Artikel terkait
- Apa itu Kirimdev? — ringkasan platform lengkap
- 5 use case WhatsApp bisnis
- Cara invite member ke Kirimdev